Dana Stimulan Korban Bencana Sulteng Dicairkan Lewat Rekening

Palu, Sulteng – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengemukakan bahwa pencairan dana stimulan dan santunan kematian untuk korban bencana alam di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong akan dilakukan lewat rekening masing-masing, setelah validasi data selesai dilakukan paling telat dua minggu ke depan.

“Tadi saya sudah menandatangani surat untuk para kepala daerah yang terdampak bencana agar segera membentuk Satgas (Satuan Tugas) Validasi Data,” kata Longki usai melantik dan mengukuhkan 24 kepala OPD di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Jumat sore (1/2).

Satgas Validasi Data dibentuk berdasarkan perintah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat mendampingi Wapres JK dalam rapat koordinasi percepatan pemulihan dan rekonstruksi pascabencana.

Satgas ini akan memastikan kembali berapa banyak rumah yang rusat berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Sebelumnya, dalam rapat finalisasi data korban bencana yang digelar Gubernur Sulteng, Selasa (30/1) diungkapkan rumah rusak ringan di Kota Palu tercatat 17.293, rusak sedang 12.717 dan rusak berat 9.181 dan rumah hilang 3.673. 

Di Kabupaten Sigi, rumah rusak ringan 10.612, rusak sedang 6.480 dan rusak berat 12.8 serta rumah hilang 302. Kabupaten Donggala rumah rusak ringan 7.989 rumah, rusak sedang 6.099 dan rusak berat 7.215 sedangkan yang hilang 75 rumah sementara di Kabupaten Parigi Moutong rumah rusak ringan 4.191, rusak sedang 826 dan rusak berat 533.
 
Menurut gubernur, Kepala BNPB meminta ada validasi ulang data-data tersebut dan data hasil validasi diajukan ke BNPB untuk selanjutnya direkomendasikan ke bank guna penyaluran dana stimulan.

“Yang belum punya rekening di bank, nanti pihak bank akan membantu untuk pembuatan rekening,” ujarnya dan mengatakan sampai saat ini belum diketahui bank apa saja yang akan terlibat dalam pencairan dana stimulan itu.

Setiap rumah yang rusak berat akan mendapatkan stimulan Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta. Rumah-rumah yang mendapat stimulan itu hanyalah rumah yang terletak pada zona aman dampak bencana sesuai ketetapan Bappenas, Badan Geologi, BNPB dan BMKG serta berbagai instansi terkait.

Demikian halnya dengan dana santunan kematian, ujar Longki, semua akan dibayarkan kepada ahli waris melalui rekening bank setelah semua data dinyatakan lengkap, terutama mengenai siapa ahli waris korban.

Data yang belum divalidasi kembali mengenai jumlah korban tewas akibat bencana alam 28 September 2018adalah di Kota Palu 2.141 orang, Kabupaten Sigi 289 orang, Donggala 212 orang dan Parigi Moutong 15 orang atau berjumlah total 2.657 orang. Selain itu ada korban hilang 667 orang, korban jiwa tak teridentifikasi 1.016 sehingga total korban jiwa 4.340 orang.

Gubernur meminta para kepala dinas agar membantu menyosialisasikan hal ini kepada masyatakat agar proses validasi dan pembayaran stimulan dan santunan kematian bisa direalisasi dalam tempo dua pekan ke depan.

TNI dan Polri, kata gubenrur, akan membantu Satgas Validasi Data di setiap daerah terdampak gempa untuk melaksanakan tugas mereka. (Ant)